No Valentine For Muslims

Sebenarnya banyak versi yang tersebar dengan asal usul tentang "Valentine's day". Namun secara umum orang memahami tentang peristiwa yang dimuali ketika bangsa romawi memperingati suatu hari besar setiap tanggal 15 februari yang disebut dengan Lupercalia. Perayaan Lupercalia yaitu serangkaian upacara pensucian di masa romawi kuno(13-18 februari). Dua hari pertama dipersembahkan untuk seorang wanita yang bernama dewi cinta. Pada hari kedua (14 februari) para pemuada dan pemudi mengundi nama nama gadis didalam kotak, setelah itu setiap pemuda mengambil secara acak nama yang berada didalam kotak itu, kemudian nama gadis yang terambil harus menjadi pasangannya selama satu tahun untuk bersenang senang dan dijadikan sebagai hiburan.
Pada hari selanjutnya mereka meminta pertolongan kepada dewan lupercalia dari gangguan srigala, selama upacara itu kaum muda melecut orang orang dengan kulit binatang, dan wanita berebut untuk dilecut karena mereka beranggapan bahwa lecutan tersebut akan membuat mereka menjadi lebih subur.
The Catholic Encyclopedia Vol. XV sub judul St. Valentine mennuliskan ada 3 nama Valentine yang mati pada 1 Februari, seorang di antaranya dilukiskan sebagai yang mati pada masa Romawi. Namun demikian tidak pernah ada penjelasan siapa “St. Valentine” yang dimaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda
Agama Islam telah melarang kita meniru-niru orang kafir,
Larangan ini terdapat dalam berbagai ayat, juga dapat ditemukan dalam beberapa
sabda Rasulullah SAW dan hal ini juga merupakan kesepakatan para ulama Rasulullah SAW memerintahkan
agar kita menyelisihi orang Yahudi dan Nashrani. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ الْيَهُودَ
وَالنَّصَارَى لاَ يَصْبُغُونَ ، فَخَالِفُوهُمْ
“Sesungguhnya orang Yahudi dan
Nashrani tidak mau merubah uban, maka selisihlah mereka.” (HR. Bukhari no. 3462 dan Muslim no. 2103) Hadits ini
menunjukkan kepada kita agar menyelisihi orang Yahudi dan Nashrani secara umum
dan di antara bentuk menyelisihi mereka adalah dalam masalah uban. (Iqtidho’, 1/185)
Dalam hadits lain, Rasulullah
menjelaskan secara umum supaya kita tidak meniru-niru orang kafir. Beliau juga
mengatakan مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
“Barangsiapa yang menyerupai
suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud. Syaikhul Islam dalam Iqtidho’ [hal. 1/269] mengatakan bahwa sanad
hadits ini jayid/bagus. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih
sebagaiman dalam Irwa’ul Gholil no.
1269).
Kerusakan yang menimpa kepada Perayaan Valentine’s Day di
masa sekarang ini mengalami pergeseran.dahulu masa Kristen dijadikan bagian
dari simbol perayaan hari agama, sedangkan di masa sekarang ini identik
dengan pergaulan bebas muda-mudi. Mulai dari yang paling
sederhana seperti pesta, kencan, bertukar hadiah hingga penghalalan praktek
zina secara legal. Semua dengan mengatasnamakan semangat cinta kasih. Mereka
beranggapan bahwa melakukan maksiat dan larangan-larangan agama seperti
berpacaran, bergandeng tangan, berpelukan, berciuman, bahkan hubungan seksual
di luar nikah di kalangan sesama remaja itu menjadi boleh. Alasan mereka, semua
itu adalah ungkapan rasa kasih sayang. Na’udzu billah min dzalik.
Bagaimana kita melakukan semua itu padahal allah melarangnya, bahkan mendakatpu terhadap perbutan itu dilarang. seperti dalam
firmannya.
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ
فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
“Dan janganlah kamu mendekati
zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan
yang buruk.” (QS. Al Isro’ [17]: 32)
Untuk itu maka jahuilah perbutan
perbutan tersebut jika kamu islam dan sekalipun bukan Islam karena itu semua
sangat merugikan kepada kita semua.
## No Valentine For Muslims
Komentar
Posting Komentar