Sekolah Negeri yang Masih Kental dengan Maduranya


            Kisah seorang mahasiswa yang lahir dari sebuah desa terpencil kini sedang menjalani cita citanya untuk menjadi guru. Anak kelahiran desa yang jarang bergaul dengan orang Kota semasa duduk di bangku SD dan SMP namun dia melanjutkan SMA nya di pondok pesantren yang tempat itu dekat dengan kota tetapi pesantren itu bukanlah jalur jalan umum sehingga pesantren itu jarang dilewati oleh sembarang masyarakat.

            Setelah lulus SMA nya dia melanjutkan studinya di kota ternama di propensi jawa timur. Sekrang dia berada di bangku semester 5 di kampus STKIP AL HIKMAH Surabaya. Selama menjadi mahasiswa banyak pengalan mengajar di daerah jawa timur yaitu daerah malang, sidoarjo, dan surabaya sendiri. Tepat pada liburan semester 5 ini kampus menugaskan seluruh mahasiswa  untuk melaksanakan praktek mengajar di barbagai daerah termasuk batam, lombok , jakarta dan tempat lain di sekitarnya.

            Dia memilih tugas tersebut di sebeuah pulau yang terdiri dari empat kabupaten yang keempat kabupaten tersebut secara umum masih termasuk sekolah yang kurang maju, namu dia berusaha memilih sekolah yang terbaik di tempat itu.
            Sekolah menengah atas (SMAN 2 ) Pamekasan adalah dimana tempat dia mengajar selama dua minggu. Selama dia mengajar di SMAN2 Pamekasan banyak pengalaman berbeda yang didapat dari sekolah sekolah sebelumnya.
            Anggapan saya sebelumnya sekolah negeri adalah sekolah yang kurang baik pergaulannya namun di tempat itu sangatlah jauh dari asumsi yang dia pikirkan. Saat pertama dia mengajar di kelas XI IPA 6 yang kata gurunya kelas itulah paling nakal gak mau di atur dan lain lain . namun itu semua hanya jebakan saja kepada saya agar berwaspada ketika masuk dalam kelas, memang ada sebagian siswa yang seperti itu namun  hal itu sangat tampak perubahan yang saya alami setelah saya mengajar di sana.
            Hari senin adalah hari dimana saya mengajar pertama kali, di waktu sebelum berangkat saya mempersiapkan seluruh perlengkapan yang dibutuuhkan seperti perangkat pembelajaran yang harus dikonsultasikan sebelum mengajar.
            Matahari mulai meninggi sedikiit dihalangi oleh awan sehingga sinar matahari tak terasa menyengat meskipun jam sudah menunjukkan pukul 09.00 WIB. Di tengah perjalanan saya masih mencari tempat foto copy  dan membeli bolpen untuk penghargaan kepada siswa yang aktif di dalam kelas, setelah selesai saya segera melanjutkan perjalanan, Kurang lebih 30 menit perjalanan akhirnya sampailah saya ketempat saya mengajar.

            Tet tet tet ........................... (jam ke sembilan sudah berakhir). Bertanda bahwa jam ke sepuluh sudah dimulai, saya bergegas masuk ke kelas yang saya tuju, disana saya disambut dengan baik oleh siswa, mereka semua serentak mengucapkan “selamat datang kak di kelas XI IPA 6”.  “iya teimaksih” (saya menjawab). Akupun membuka kelas dan memperkenalkan diri dihadapan semua siswa.

            Kegitan belajar mengajar berlangsung selama kurang lebih 80 menit, setelah itu saya mengajak siswa untuk berpikir dengan mengajukan pertanyaan “apa yang dapat kalian dapat dari pelajaran ini, dapatkah meningkatkan iman kalian?”. mereka terbengung mungkin mereka belum mendapat pertanyaan seperti itu pada sebelumnya.(pikir saya). Saya jelaskan beberapa integrasi nilai nilai islam kepada mereka dan mereka akhirnya merasa ada yang berbeda dengan pelajaran sebelumnya bahwa belajar  semua ilmu pasti ada hubungannya dengan ilmu islam



Komentar