Bermodal Suara Merdu


Masjid tempat kami mengabdi adalah masjid yang sangat kental dengan maduranya yakni orang yang sepuh lebih pantas untuk memimpin atau menjadi imam sholat. Sehingga dalam setiap shalat berjemaah para jamaah menunggu Imam yang sudah ditunjuk oleh ta’mir masjid tersebut meskipun harus lama menungu imam, untuk itu kami dalam kegiatan sholat berjamaah belum bisa menjadi Imam tapi kami hanya menjadi imam di mushollah.
Jam menunjukkan pukul 17.00. saya  segera berangkat ke masjid untuk melaksanakan sholat berjamaah sekaligus observasi tentang masyarakat yang datang ke masjid di desa itu. Sambil saya sholat Sunnah dan selesailah sholat itu kemudian saya melihat kebelakang ada beberapa jamaah berbondong masuk kedalam masjid dan mengawali dengan sholat Sunnah.
Waktu berjalan …………..
Terdengarlah beberapa masjid mengumandangakan adzan maghrib secara serentak akhirnya saya mencoba untuk mengumandangkan Adzan maghrib sebagus mungkin dengan lagu yang saya rasa mengenakkan untuk didengar. Setelah adzan selesai saya melanjutkan untuk bersolawat memuji rosul  ada beberap jamaah sedang melaksanakan sholat Sunnah setelah selesai pujian maka saya langsung iqomah dan para jamaah menunggu imam yang belum muncul dihadapan jamaah
Beberapa kegiatan masyarakat yang baik dan istiqomah adalah mengaji surat yasin bersama setelah sholat maghrib dan sholat subuh yang dipimpin oleh satu orang , kebetulanorang yang bertuga membaca itu tidak sholat berjamaah di masjid tersebut akhirnya saya ditunjuk untuk membacanya
Pada keesokan harinya saya berangkat ke masjid sangat pagi yaitu jam 03.30. karena jamaah juga belum datang maka saya juga yang menjadi muadzin pada sholat subuh tersebut
Setelah paginya ada seorag kiayi datang ke saya dan meminta untuk menjadi mudzin selama saya masih dirumah untuk shalat magrib, isya’ dan sholat subuh

Komentar

Postingan populer dari blog ini

rangkuman K13

Rumah Yang Gelap