(╬) GURU YANG SOK PSIKOLOG (╬)
Kelas XI IPA 1 merupakan kelas dimana Deny mengajar pertama kali, orang orang mengatakan “pertemuan pertama itu menentukan” menentukan segalanya, sehingga pada hari senin Deny berangkat ke sekolah kira kira jam 06:00 kebetulan sekolah itu dekat dengan tempat dimana Deny tinggal. Sebelum Deny berangkat ia menyiapkan pakaian yang ia akan pakai dan menyemir sepatu hingga mengkilau. Setelah persiapannya selesai Deny pamit berangkat ke pada kedua orang tuanya kebetulan orang tuanya sudah pensiun sehingga orang tuanya tidak lagi berangkat kerja ke kantor. Deny mencium kedua tangan orang tuanya. “hati hati nak di jalan” ibu berpesan. Ya ibu (Deny menjawab). Akhirnya berangakatlah Deny dengan hati yang ceria karena sudah mendapat restu dan doa dari orang tuanya.
Dengan penampilan yang berbeda dari biasanya sampailah Deny ke sekolah dengan senang hati. Melihat para siswa sedang berada di lapangan melaksanakan upacara bendera merah putih Deny pun segara merapat ke barisan mengikuti upacara bendera merah putih bersama guru guru yang lain.
Dengan penampilan yang berbeda dari biasanya sampailah Deny ke sekolah dengan senang hati. Melihat para siswa sedang berada di lapangan melaksanakan upacara bendera merah putih Deny pun segara merapat ke barisan mengikuti upacara bendera merah putih bersama guru guru yang lain.
Dengan
berjalannya waktu detik demi detik, menit demi menit matahari pun mulai
meninggi terasa panas akan sinarnya disertai dengan angin angin kecil sedikit
menghilangkan air keringat yang basah di bagian leher para peserta upacara
bendera merah putih. pada saat itu lah kegiatan upacara bendera merah putih
telah berahir.
Teeeeeet-teeeeeeet-teeeeet
bel berbunyi menunjukan semua siswa harus masuk ke kelas masing masing karena
pelajaran akan segera dimulai. Deny bergegas meninggalkan kantor bersama guru
yang lain menuju kelas tujuan masing. Perjalanan menuju kelas XI IPA 1 Deny sambil berbicara sendiri berlatih apa yang akan disampaikan nanti
ketika berada di kalas, dan sampailah Deny ke kelas yang dituju. Deny mengemas kelas tersebut semenarik
mungkin. Sebelum Deny memulai pelajaran ia
mulai dengan perkenalan, setelah Deny selesai memperkenalkan diri, ia
sedikit memberikan motivasi sebagai apersepsi dalam pembelajaran yang berisi motivasi. Motivasi tersebut adalah menceritakan Deny dulu waktu
masa-masa sekolah di pesantren terkenal di pulau
Madura
Pesantren Darul
Ulum Banyuanyar adalah pesantren dimana Deny belajar banyak ilmu, diantaranya
yaitu ilmu agama, ilmu sains dan ilmu adab. Dengan belajar selama tiga tahun
membuat Deny lebih siap menghadapi masyarakat, baik masyarakat umum maupun
masyarakat sekolah.
Motivasi
yang diceritakan oleh Deny sangat singkat sekali dan tidak bertelele, Deny menyampaikan
pada siswanya
”cerdas itu tidak ada tapi keinginan dan usaha untuk cerdas itu yang
ada. Dulu waktu saya kelas X kebetulan saya
diterima dan masuk di kelas X IPA Unggulan. saya bisa
menyelesaikan materi kelas X,XI, dan XII untuk mata pelajaran matematika di kelas X dan selanjutnya saya
belajar olimpiade Matematika”.
Dengan cerita tersebut siswa yang semangatnya kurang akhirnya mereka
menjadi semangat belajar”
Siswa pada
saat itu tidak puas dengan cerita yang disampaian oleh Deny mereka tetap
penasaran kenapa semangat itu tumbuh pada seorang Deny. Akhirnya ada seorang
siswi membaranikan diri untuk bertanya kepada Deny anak tersebut adalah Vivi.
“Pak,
sebenarnya saya masih penasaran dengan cerita yang bapak ceritakan tadi.” Tanya Vivi dengan rasa ingin
tau nya
“Kenapa kamu kok penasaran dengan cerita itu” Jawab Deny.
”ya…….. gimana pak ya?” jawab Vivi dengan bingung
“Maksudnya gimana ?” Deny balik tanya semakin gak paham
“Saya mau
jadi kayak bapak, tapi bagaimana caranya motivasi itu tumbuh seperti bapak yag
diceritakan” Vivi merasa sedih dan
menyesal karena merasa tak punya motivasi
“Sebenarnya
sekarang dengan kamu bertanya seperti ini, kmu sudah termomotivasi” jawab Deny
sambil mengelus Vivi dengan tulus
“Iya Pak . Saya menyesal sekarang.” Vivi menjawab seaakan menyesal dan
tidak mau mengulanginya.
“Baik, bapak ceritakan semua kenapa motivasi itu datang kepada bapak” Deny
menjawab dan dia menjelaskan nya semua pada Vivi.
Pada pertemuan pertama sengaja Deny mengisi materi hanya sedikit saja, Deny
lebih mengenal siswa dengan memanggil nama siswa satu
persatu dan meminta nya untuk mengajungkan tangan jika namanya dipanggil. sebelum
Deny memulai untuk belajar. Deny memulai mamanggil satu persatu dan
menanyakan daerah asal sekaligus memberikan arti dari setiap nama tersebut dan
menebak kepribadiannya melalui nama dan memek wajahnya, sok...(PSIKOLOG ). Deny
pun menebaknya hingga merekapun percaya kalau Deny
seorang Psikolog padahal sebenarnya tidak, ya meskipun tau cuman
sedikit hehehheheh.
Yang Deny paling ingat nama disitu adalah Vivi. Pada saat Deny panggil nama Vivi, dia langsung mengajungkan tangan dengan tinggi seakan dia sangat
tertarik dengan pembelajaran pada saat itu. “kenapa anak ini kok antusias
banget ya” ujar Deny dalam hati dan terjadilah percakapan antara deni dengan Vivi
dalam kelas tersebut
“Kamu dari
mana? “ tanya Deny alamatnya kepada Vivi
“Saya dari
Pujon pak (sebuah kecamatan di daerah Batu-Malang)” Vivi menjawab dengan sopan
“Sebenarnya kamu itu bisa matematika “ Deny mulai menebak
“Kok bapak
tau” Vivi bertanya dengan intonasi kagum
“Ya saya tau
karena perkataan kmu itu yang logis dan runtut “ ujar Deny dengan senyum
mencoba meyakinkan Vivi
“Kalau dilihat dari namanya, kamu itu orangnya baik, sopan dan jujur”
Deny menebak lagi dengan suara yang meyakinkan. “padahal sebenarnya tidak” ujar
Deny dalam hatinya
“Ya pak terimaksih” Vivi menjawab
nya “saya selalu berusaha menjadi orang baik “
Vivi melanjutkan percakapannya.
Setelah usai
pecakapan itu, Deny memanggil siswa selanjutnya Liea namanya. Liea adalah teman
sekelas yang duduk di sebelah kiri Vivi ( duduk satu bangku). Deny juga menebak
Liea seakan Deny seorang peramal atau apalah hehehhe. Deny berkata kepada Liea
“ Liea adalah nama yang baik. Kalau diartikan Liea itu
memiliki
arti yang sangat dalam, maksudnya. kalau Liea belajar, Liea tidak akan behenti sampai Liea benar benar paham”
Tidak hanya itu yang Deny jelaskan tapi terkait dengan kepribadian
yang lain yaitu dia juga anak yang berbakti pada orang tua ketika
Deny tanyakan kepada Liea langsung di
depan anak anak ”apakah yang saya sapaikan itu benar Liea?” tanya Deny kepada Liea. “Ya” Liea menganggukan
kepalanya . “Padahal
saya cuman nebak aja” ujar Deny dalam hatinya. akhirnya para siswa terkagum karena Deny bisa
menebak kepribadiannya siswa.
Setelah Deny selesai memanggil satu persatu Deny pun memberikan
motivasi kedua, pada
motivasi kedua ini Deny sedikit
menyinggung terkait dengan etika remaja khususnya di Indonesia, Deny mengatakan
kepada siswa
“ Etika siswa remaja saat ini sangat berbeda dengan remaja dulu
sehingga kesuksesan remaja sekarang sangat minim, mereka kadang sekolah bukan
untuk belajar tapi buat yang lain seperti pacaran, mabuk mabukan, dan bahkan pergi ke sekolah biar tidak kerja di rumah. Sehingga Deny mengharap pada anak anak di sini jangan sampai anak anak seperti
itu”
merekapun mengangguk seakan mereka mau mengikuti apa apa
yang Deny sampaikan.
Tujuan Deny
memberi motivasi, sok jadi Psikolog sebenarnya bukan apa apa tetapi semua itu
biar menjadi penarik siswa dan semangat untuk mengikuti pelajaran
Akhirnya Deny pun melanjutkan untuk membarikan materi
karena dia rasa siswa sudah siap untuk mengikuti pelajaran dan di situlah Deny menemukan siswa yang semangat
dan didalamnya hening tidak ada suara sedikitpun ketika Deny menjelaskan materi,
di akhir pembelajaran Deny memberikan kuis dan nilai yang didapatkan ternyata
sangat memuaskan.
Komentar
Posting Komentar