artikel keislaman
MURAL SISWA : DERIVATIF MURAL
GURU
Oleh: Moh. Hasanuddin SA
Guru merupakan seorang mahkota
besar yang sangat dinanti oleh siswa karena guru adalah kebutuhan primer yang
harus terpenuhi di setiap saat untuk mengembangakan kemampuan dan bakat siswa.
guru harus berperan aktif dalam membimbing siswa Guru yang baik harus dapat mengarahkan
perilaku peserta didik jika kurang
benar. Guru tidak hanya bertugas memberikan materi atau mengajar saja dalam pendidikan
terutama di sekolah. Namun guru juga harus memperhatikan moral para siswanya. Jika guru hanya
memperhatikan pemahaman materi dan prestasi terhadap siswa hal itu tidak sepenuhnya akan
membuat siswa tersebut memiliki kepribadian yang baik sehingga harus
memperhatiakan juga terhadap perkembangan moral dan akhlak siswa karena hal
yang sangat penting dalam kehidupan sebenarnya adalah moral yang baik.
Daoed Yoesoef (1980) menyatakan
bahwa seorang guru mempunyai tiga tugas pokok yaitu tugas profesional, tugas
manusiawi, dan tugas kemasyarakatan (civics mission).
Jika dikaitkan pembahasan tentang kebudayaan, maka tugas pertama berkaitan
dengar logika dan estetika, tugas kedua dan ketiga berkaitan dengan etika. Dari
tigal hal pokok tersebut menunjjukkan bahwa sebagai guru harus mempreoritaskan
moral karena salah satu dari intisari dalam kecapaian belajar juga dilihat dari
sikap atau moral siswa itu sendiri.
Dalam islam sangat terurai
dengan jelas yang terdapat dalam suatu hadits tentang anjuran untuk
mendidik moral sebagai berikut:
حدثنا
العباس بن الوليد الدمشقي . حدثنا علي بن عياش . حدثنا سعيد بن عمارة . أخبرني
الحارث بن النعمان. سمعت أنس بن مالك يحدث عن رسول الله صلى الله عليه و سلم قال أكرموا
أولادكم وأحسنوا أدبهم – ابن ماجه.
Artinya:
“Menceritakan kepada al- ‘abbas bin
al-walid al-damasyqiy. Menceritakan kepada kami ‘ali bin ‘iyasy. Menceritakan kepada
kami sa’id bin ‘umarah. Menceritakan kepadaku al-harits bin an-nu’man. Aku mendengar Anas bin Malik
berkata dari Rasulullah SAW berkata: Mulyakanlah
anak-anakmu dan baguskanlah budi pekerti mereka” riwayat ibnu majah.
Dari kupasan hadist tersebut bahwa sebagai guru harus mengajarkan
bagaimana beretika yang baik lebih lebih etika siswa kepada guru dan etika
sesama teman seperti menghargai dan menghormati sesama.
Namun ketika di lapangan sebagian besar dari kalangan remaja sekarang
khususnya siswa SMP dan SMA melanggar peraturan peraturan yang sudah di
jelaskan dalam al quran baik yang tersurat maupun yang tersirat hal ini
menunjukan adanya kesalahan antara komponin di dalamnya (sekolah) yaitu guru.
Guru hanya mengajar tanpa memberikan teladan yang baik kepada siswanya bahkan
itu hanya omong kosong saja yang menjelaskan bahkan meminta siswanya untuk
mengerjakan suatu hal namun guru tersebut tidak mengerjakn apa apa yang di sampaikan sehingga siswa juga acuh
tak acuh karena sikap guru yang hanya memberikan pelajaran tanpa
mengaplikasikannya.
Memang benar guru adalah orang pertama yang dijadikan contoh dari
berbagai aspek sehingga guru harus menjadi guru yang baik yang juga
mengutamakan akhlak yang mulia yang harus dimiliki oleh dirinya. Sebenarnya
tujuan utama dari adanya sekolah adalah memperbaiki moral. hal hal yang di sampaikan oleh guru, guru
harus menunjukkan dengan mengaplikasikan dalam sehari sehari. Jangan sampai
guru memberikan pelajaran dan itu tidak dikerjakan olehnya. Rosulullah
mengatakan dalam suatu hadits yaitu: ابدأ بنفسك
yang artinya mulailah dengan dirinya sendiri. Artinya jika ditarik kesimpulan
bahwa rosulullah lebih sering berdakwah dengan mencontohkan perbuatannya kepada
sahabat sahabatnya dan itu jauh lebih baik dari pada seorang guru hanya
menyampaikan ilmu tapi tidak mereka aplikasikan.
Komentar
Posting Komentar